
Oleh; R.Yulia
Dimuat Hr.Singgalang, 03 Juli 2011
Perempuan tua bermata sayu, duduk termangu di tepi jendela. Kelopak matanya terlihat lelah menaungi pandangan jauh yang lamur, berselimut awan katarak. Entah berapa ribu menit yang telah dihabiskan perempuan tua itu di sana. Ia hanya beranjak saat seorang gadis tanggung berwajah selusuh kebayanya, menghampiri dengan sepiring makanan. Dua kali dalam sehari. Tidak. Bukan hanya itu. Ia juga beranjak lima kali dalam sehari. Selepas adzan berkumandang dari mesjid di tepi danau. Juga beberapa saat tak beraturan dan sangat berjarak, untuk panggilan ke kamar mandi. Sudah. Itu saja. Dan selanjutnya, ia menikmati waktu yang menebal dan menipis dari tepi jendela itu.


