Tribun Jabar, 10062012
"Berdirilah."
"Untuk apa?"
"Aku tak memintamu untuk bertanya. Berdirilah." Pintanya
memaksa. Dia, perempuan berwajah rembulan. Bulat, sebulat-bulatnya
Meski enggan, aku menurut. Beranjak dari sofa lembut yang sejak tadi
kubelai-belai.
"Berputar." Aku mendelik.
"Berputar." Kuputar tubuhku dengan malas-malasan.



