Aku ingin menulis puisi
hingga jemari renta dan bergetar menggenggam pena
Tapi kau bilang, kata-kata itu basi!
Hanya setumpuk sampah untuk dibakar esok pagi
Aku ingin menulis puisi
tentang cinta dan rumah tua di pinggir kali
yang dulu kita diami
tentang ilalang yang kita jalin
tuk penutup aurat
Tapi kau bilang.., kata-kata itu tak punya harga
kecuali untuk pemimpi tak bermata!
Begitukah?
Kupandang kau lewat cawan keruh
penuh retak
Kau buat aku ingin menulis puisi (lagi)
Meski nadi tlah henti sejak tadi
Nikmatnya libuuuuurrrr......!! Setelah sekian lama, akhirnya kesampaian juga menikmati libur Sabtu Minggu. Libur dalam arti yang sesungguhnya. Bukan libur dengan makna perpindahan kerja di tempat berbeda. Misal nih, libur dari urusan satu pekerjaan rutin di kantor tapi masih tetap harus mengerjakan setumpuk pekerjaan rutin lainnya di rumah. Lha kalau menurutku itu sih tak libur namanya.
Nah, yang Sabtu Minggu kemarin kunikmati adalah libur dalam arti sesungguhnya. Sesuatu yang sudah agak lama tak pernah kukecap nikmatnya. Nyantai di rumah, main dengan anak-anak, membuatkan mereka makanan istimewa, membaca dan menulis... Lalu Minggu-nya jalan-jalan ke Padang Panjang, ngumpul dengan teman-teman plus keluarga mereka masing-masing. Lanjut ke Bukittinggi, cuci mata sebentar lalu pulang.
Dampak dari libur ini benar-benar terasa. Khususnya di Senin pagi ini. Bangun jauh sebelum adzan Subuh berkumandang, menggeliat sebentar, senyumku mengembang saat membisikkan, Aku suka hari Senin...
Sebelumnya aku bahkan tak pernah merasa kalau Senin itu adalah hari pembuka, yang akan menjadi pintu utama masuknya hal-hal baru dalam enam hari setelahnya. Dan semangat serta energi positif yang meluap-luap ini, semoga bermuara pada hal-hal baik yang tertanam di benak. Bukankah kenikmatan yang telah diterima harus disyukuri dengan baik dan dimanfaatkan untuk menghasilkan segala hal baik juga? Tubuh memerlukan istirahat dari segala rutinitas.
Jadi, temanz...libur itu ternyata penting juga lho, untuk me-recharge spirit kita dalam menjalani hari dan memberi warna indah dalam catatan sejarah hidup kita. Karena setelah Sabtu Minggu berlalu, kau akan mampu tersenyum saat membuka jendela dan membiarkan mentari memberikan energi kehidupannya. Lalu membisikkan, Aku suka hari Senin..
Untuk bidadari cantikku,
NABILA FANNY SYAHIRA
9 tahun lalu,
kau hadir memberi warna baru
cinta baru
juga kisah baru
Seiring waktu
cintaku kian membesar bersama laju
tumbuh dalam pemahaman yang lugu
tentang kau dan duniamu
Harap ku tanam setiap detik
pada tembang yang kau dendangkan
dari eja dan kalimat sederhana
Semoga buahnya akan berkilau sempurna
Sesempurna asa yang kau bawa pada dunia
Amin..
Selamat ulang tahun, Sayang..
Kalau saja hujan tak turun terlalu pagi,
Mungkin masih sempat aku bertutur padamu
Tentang asa yang ku punya
Tlah tertinggal di ujung senja
Menguap bersama datangnya gelap
Dan aku hanya bisa duduk bersandar
Pada dinding malam yang dinginSambil mendengar jangkrik bernyanyi
Menghiasi mimpi-mimpi
Kalau saja hujan tak turun terlalu pagi
Mungkin masih sempat aku berlari
Menuntun pesan dari matahari
Dan berharap kau takkan pergi
Tapi aku bisa apa?
Karena hujan tlah turun
Jauh sebelum pagi meranum